Tuesday, December 20, 2011

Tetaplah Menyayangiku

Aku nggak akan memintamu untuk jadi milikku, walau aku ingin.
Aku nggak akan memintamu untuk selalu ada buat aku, walau aku ingin.
Aku nggak akan memintamu untuk selalu membalas semua smsku, mengangkat setiap telfonku atau berkunjung ke rumahku setiap hari, walau aku ingin.
Aku nggak akan menahanmu ketika kau ingin pergi, walau aku ingin.
Aku nggak akan menghalangimu dengannya, walau aku ingin.
Aku nggak akan memintamu untuk berhenti mencintainya, walau aku ingin.
Aku nggak akan memintamu untuk menomorsatukan aku, walau aku ingin.
Aku nggak akan memaksakan kebahagiaanmu denganku, walau aku ingin.
Aku nggak akan melakukan semua hal tersebut di atas, walau aku ingin.
Aku hanya akan memintamu satu hal.
Tetaplah menyayangiku, jangan pernah berhenti.
Apakah itu egois?

Sunday, December 18, 2011

Hujan dan Dingin

Aku suka hujan. Tapi aku benci dingin.
Hujan dan dingin selalu datang bersamaan.
Itu sebabnya kadang aku benci hujan, walau aku sangat menyukainya.
Tapi sekarang, aku punya alasan untuk tidak membenci dingin di saat hujan.
Karena ada kamu yang memelukku. Seperti saat itu.

Sunday, December 11, 2011

The reason why

"Kamu sayang sama aku?"
"Sayang"
"Kenapa?"
"Soalnya kamu yang ada di saat yang lainnya nggak ada"

11-11-11
A beautiful sentence on a beatiful date :)
I still remember and i will keep remember..

It's the way i'm feeling

I love you..
I have, I do, and I will.
I don't wanna replay my mistakes, or 'hers'.
I'll keep trying to love you sincerely. Without compensation or an obligaton to have you.
I know I can and I wish I could.
I don't expect you to be mine, really. I just want you to be here with me.
Knowing that you love and need me, it makes me happy enough.
Having you here with me, it makes me happier.
Even there was her..
If she can makes you happy, go on with her. I'm glad to see you happy.
But if she can't, come back to me. I'm the one who will make you happy.
Your happiness is mine, and also your sorrow.
You should know that you are the one that I'm always thinking of and I always worry about.


"It's the way I'm feeling I just can't deny.." (Rihanna - We Found Love)

Sunday, December 4, 2011

I'm in the top of stress

Rasanya aku pengen teriak. Sekenceng - kencengnya. Sampai pita suaraku putus, kalo perlu. I'm in the top of stress. Ini adalah puncak dari segala kestresanku selama ini. Kehidupan kelas 3 bener - bener membuatku ngerasa nggak waras. Ada yang bilang kelas 3 itu enak. Sibuk, tapi tetep santai. Menjadi senior, murid paling tua di sekolah. Bisa disegani sama adek - adek kelas. Tahun terakhir di sekolah, jadi apa yang kita lakuin itu berarti. Karena bisa jadi kita nggak akan bisa melakukan hal yang sama lagi di tahun berikutnya. Tapi itu bohong. Mungkin mereka yang bilang gitu hidup berjuta - juta tahun yang lalu.

Awal - awal kelas 3 emang asyik, santai. Masih bisa main - main sama tetangga, masih bisa nongkrong. Kuantitas tugas dan intensitas ulangan masih masuk akal. Masuk bulan ketiga, setelah libur lebaran, semuanya berubah. Yang namanya tugas, numpuknya kebacut. Tugas yang ini belum selesai, ada lagi. Ya tugas individu, ya tugas kelompok. Deadline ngumpulin tugas juga sering bareng. Sampe bingung mana yang harus dikerjain duluan. Yang namanya ulangan, jadwalnya berurutan. Sehari bisa ulangan lebih dari satu, bahkan pernah sehari itu semua pelajaran ada ulangan. Kalah tuh jadwal bioskop. Yang nama pelajaran, susahnya minta ampun. Awal - awal masih bisa dimengerti. Lama - lama, aku angkat tangan. Udah babnya susah, yang ngajar nggak enak, cepet dan nggak jelas. Kalo ditanya nyatet ato nggak, aku nyatet. Lengkap malah. Tapi kalo ditanya ngerti ato nggak, jawabannya BLAS! NOL PUTUL! Yang pinter kayak caca ato esti aja sering nggak mudengnya, apalagi aku? Alhasil, setiap pelajaran yang nggak aku mudengin berlangsung, aku memilih untuk mengabaikannya. Tidur atau main hape. Karena sekeras apapun usahaku buat dengerin guru, merhatiin tulisan yang ada di papan atau memahami pelajaran, aku tau aku nggak bakal ngerti.

Waktu tidurku sekarang juga kurang. Sering banget tidur di atas jam 11, dan bangun jam 4. Pola makanku juga jadi gak menentu. Saking sibuknya sampe nggak sempet makan. Akhirnya kondisiku drop, dan mamaku sukses marah marah. Aku juga jadi sering nangis. Padahal kadang karena masalah sepele. Pernah aku belajar fisika karena besoknya ada ulangan, dan aku nggak mudeng sama sekali sama babnya, aku nangis. Pernah juga pas ada tugas matematika 40 soal, harus selesai dalam waktu sehari dan aku belum selesai, aku nangis. Oke, emang aku cengeng. Tapi intensitas nangisku tahun ini benar - benar naik dengan drastis. Nggak kayak tahun - tahun lalu. Ini ya, otakku rasanya mau meledak. Kalo biasanya di gambar - gambar, otak kan keriting - keriting gitu, tapi otakku udah lurus kayaknya. Dan kalo otakku bisa ngomong, mungkin dia mau berhenti aja jadi otakku. Pengen pensiun, saking stresnya.

Dan rasanya, waktu itu cepet banget. Kayaknya baru kemarin aku naik ke kelas 3, besok udah mau UAS. Abis UAS, semester 2 full dengan latihan soal dan try out. Belum lagi ngulangin pelajaran kelas 1 dan 2 SMA. Terus semakin dekat dengan ujian praktek, ujian sekolah, UNAS dan SNMPTN. Padahal aku nggak ngerti sama sekali pelajaran IPA, kayak kimia, biologi dan fisika. Kalo terus - terusan kayak gini, gimana nasibku nanti? Gimana nasib UNASku? Gimana nasib SNMPTNku?

Bantu Rita, Ya Allah.. *ala baim*

I Wish..












i wish we could be like this, forever..

Saturday, November 26, 2011

"There's she between you and me, 
but there's no me between you and her"

Saturday, November 19, 2011

Kehilangan? Ah, aku sudah kenyang dengan kata itu. Sudah berulang kali aku merasakan kehilangan dan aku muak. Sekarang, aku benar - benar mempertahankan persahabatan ini dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kalau ditanya apa aku menyayanginya, iya. Aku memang sayang padanya. Dia sahabatku yang paling baik, dan aku menganggapnya sebagai saudaraku. Abangku. Dia yang ada di saat semuanya pergi. Dia yang ada di saat aku sakit. Dia yang ada di saat aku susah dan sedih. Genggaman tangannya yang selalu bisa menguatkan aku. Bahunya yang selalu aku jadikan tempat bersandar. Pelukannya yang selalu bisa menenangkan aku. Dia yang selalu menjaga dan menyayangiku. Dan dia adalah segalanya yang aku butuhkan.

But everything will be changing after this. He's into someone and he will ask her to be his. Sebagai sahabat dan saudara, aku mendukungnya 100 %. Lebih malah. Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa aku pasti akan merasa kehilangan. Dia nggak akan lagi selalu ada buat aku. Aku juga nggak mungkin terus memonopolinya. Ada seseorang di sana yang juga membutuhkannya, yang menjadi prioritasnya. Aku sadar kedekatan kita yang seperti ini nggak akan mungkin berjalan selamanya. Pasti ada seseorang yang dicintai dan mencintainya, dan suatu saat aku juga akan seperti itu. Dia selalu meyakinkan aku kalau kita akan tetap selalu dekat dan bersahabat. Bersahabat iya, tapi kalau dekat, aku nggak begitu yakin. Pasti ada jarak di antara kita, walaupun kita tidak pernah menginginkannya.

Kalau memang ada yang menyayanginya lebih dari aku menyayanginya, kalau memang ada yang bisa menjaganya lebih dari aku menjaganya, dan kalau memang ada yang membutuhkannya lebih dari aku membutuhkannya, kenapa tidak? She must be the one for him. Aku tau dia pasti bahagia. Seperti aku bahagia melihatnya bahagia. Yang penting aku masih memilikinya, kan? Selamanya dia adalah sahabatku, abangku. Aku membutuhkannya dan dia juga membutuhkan aku. Satu hal yang aku tau, dia nggak akan pernah meninggalkanku..

Sunday, October 23, 2011

kukira aku siap ketika aku bilang aku sudah melupakanmu
tapi ternyata aku salah
bibirku memang mengatakan itu, tapi hatiku tidak
buktinya aku masih membeku ketika melihatmu
tubuhku masih bereaksi seperti itu
dan aku masih belum bisa menghentikan air mata ini
rasa sakit itu masih terasa
ternyata topeng yang aku gunakan selama ini berfungsi dengan baik
maaf..
aku sudah tidak sanggup berpura - pura lagi
semoga suatu saat nanti, aku bisa melihatmu tanpa rasa sakit

Sunday, October 16, 2011

Aku Rindu Masa Kecilku

aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas berteman dengan siapa aja, tanpa ada rasa ketakutan akan kehilangan sahabat.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas berteman dengan cowok manapun, tanpa harus ada yang marah dan cemburu.
aku rindu masa kecilku, ketika aku hanya memikirkan tentang bermain, bermain dan bermain, bukan masalah yang berat seperti sekolah, keluarga, teman, cinta dan masa depan.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas melakukan apa saja, tanpa takut melakukan kesalahan.
aku rindu masa kecilku, ketika aku melakukan sebuah kesalahan, hanya teguran yang aku dapat, bukannya badai amarah.
aku rindu masa kecilku, ketika sebuah masalah bisa diselesaikan dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan.
aku rindu masa kecilku, ketika tanggung jawab yang aku dapat tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan resiko yang besar.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa berkhayal dan bermimpi, dengan tidak menghiraukan realita.
dan aku rindu masa kecilku, ketika aku bermimpi masa remajaku akan indah dan menyenangkan, walau kenyataannya tidak seperti yang aku bayangkan.