Sunday, July 24, 2011

Jatuh Cinta

aku sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta
bagaimana getaran yang dipanggil asmara itu mewarnai hari - hariku
dan menerbangkanku ke atas awan
ketika debar jantungku tak menentu,
semburat merah muncul di kedua pipiku,
atau senyumanku yang tak pernah berhenti merekah
sungguh perasaan yang menyenangkan
aku rindu, rindu jatuh cinta



mungkin sebentar lagi, aku akan merasakannya kembali ;)

Sunday, July 17, 2011

17

HAPPY SWEET SEVENTEEN FOR ME!!!!

17. it's a sacred age for teenagers, including me. that is a bridge from teenagers to adults. it means that we don't have to act childish anymore.we have to know which one is right and which one is wrong.

at my birthday, 5th July, I celebrated it in Pare with my dorm friends. yeah, at that time, I was studying english in 'Kampung Inggris', Pare. I still remember, after night class in the dorm, they prayed for me with coach Vida became the leader. after that, they said "happy birthday" to me and hugged me one by one. I was crying, because I just met them within a few days but they treated me like we're a family. oh ya, they also flushed me with ice tea, coffee, flour and cold water. so pity me! I was so happy about that. now I really miss them so baaaad! i do really miss access 7 so fucking much!
last night, 16th july, I celebrated my birthday party at my home. I invited my close friends, my best friends, coaster, spensa, sidoi and also my family. yeah I'm a birthday girl for one day. even the guests was out from my hope (I mean, there was so many guests didn't come to my home), I was happy enough. I blew my 17th candle, I cut the cake and gave the first piece to my lovely mom. then, my friends didn't miss the ritual, flushed me with a disgusting 'concoction'. they made me take a bath twice! they are so bad to me, really. but I liked their surprises and gift. thanks guys :*
I'm happy, I can pass my special birthday with my family and my friends. Thanks God, I'm surrounded by people who love me. But my birthday will be more special if my dad is there.

I wish I can be a better person than before, long live, always healthy and facilitated in all matters by Allah. I can pass UNAS with a best score. I can pass SNMPTN well and accepted in favorite college. Wish me all the best, Amin

Friday, June 17, 2011

A Letter for Dad

hey dad, how are you there?
it has been 6 years since you gone away from me. did you miss me anyway? yeah i'm sure you did. i know you always watching me from the heaven. i do really miss you here dad, so bad.
dad, can you hear me? a few days later i'm gonna be seventeen. your little daughter is growing up, dad! you should be there when i blow the candle, beside me and mom. and you'll kiss my cheek and say "happy birthday my dear" like you ever did before. how i miss that so much. i still hope you can do that for me.
i miss you, dad. i really need you here.
i miss the way you hold me tight. i miss the way you say "i love you" to me. i miss the way you say "you are the best daughter ever!". i miss the way you take care of me. i miss the way you stare at me. i miss the way you say that you proud of me. i miss all about you.
*take a deep breath*
i just remember my childhood that i've through with you. it's so lovely. i miss it so much.
just it dad, i miss you, i love you. there's no word can explain it. i'm speechless.
i can't stop this tears when i miss you. sorry dad, i know you never wanna see me cry.
God, please exert his grave, forgive his sins and accept his rewards. make him happy wherever he is. and please tell him that i love him, so much.

dad, would you come to my dream tonight? please, i just wanna see you.
love you. miss you. you're the greatest man i've ever loved. no one can replaced you in my heart, dad.

love, kiss and hug.

Monday, June 13, 2011

A Rocket To The Moon - Like We Used To

I can feel his breath as he's sleepin' next to me,
Sharing pillows and cold feet.
He can feel my heart, fell asleep to its beat,
Under blankets and warm sheets.

If only I could be in that bed again...

If only it were me instead of her...


Does she watch your favorite movies?
Does she hold you when you cry?
Does she let you tell him all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does she sing to all your music while you dance to "Purple Rain?"
Does she do all these things, like I used to?

 
Fourteen months and seven days ago...
Oh, I know you know,
How we felt about that night.
Just your skin against the window...
Oh, we took it slow,

And we both know...

 
It should've been me inside that car.  
It should've been me instead of her... in the dark.

Does she watch your favorite movies?
Does she hold you when you cry?
Does she let you tell him all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does she sing to all your music while you dance to "Purple Rain?"
Does she do all these things, like I used to?

I know, love, (I'm a sucker for that feeling.)

Happens all the time, love, (I always end up feelin' cheated.)
You're on my mind, love, (or so that matter when I need it.)
It happens all the time- love, yeah.

 
Will she love you like I loved you?
Will she tell you everyday?
Will she make you feel like you're invincible with every word she'll say?
Can you promise me if this is right
Don't throw it all away?
Can you do all these things?
Will you do all these things...
Like we used to?
Oh, like we used to.
.

Friday, May 20, 2011

I Write This in a Middle of Tears

Entah harus bagaimana lagi aku menyikapi perasaan ini. Perasaan ini sangat nyata, sungguh. Berulang kali aku berpura - pura tidak terjadi apa - apa antara diriku dan dirimu, tapi ketika apa yang terjadi adalah nyata, aku tidak bisa lagi menyangkalnya. Aku tau perasaan ini salah, tapi aku tidak pernah bisa menyalahkannya.
Tentang keputusanku.. HAHA aku kalah. Aku dikalahkan oleh waktu. Belum sampai satu bulan, aku sudah menelan ludahku sendiri. Semua perkataanku itu hanya bertahan sampai di bibir saja, menetap di sana dan tak pernah datang dari dalam hati. Selamat, kamu menang sekarang. Waktu berpihak kepadamu.

Tolong, jelaskan padaku, bagaimana caranya aku bisa melupakanmu begitu saja? Bagaimana caranya aku bisa menghilangkan perasaan ini? Bagaimana caranya aku menganggap tidak terjadi apa - apa? Bagaimana caranya aku bisa 'move on' jika aku masih menyayangimu? Bagaimana caranya kamu melakukan semua yang tidak bisa aku lakukan dengan mudahnya? Tolong, aku tersiksa dengan keadaan ini.

Tidakkah kau tau, ibarat kayu, hatiku adalah sebatang kayu yang kokoh. Kemudian dengan teganya kamu menancapkan paku di kayu tersebut dan mengambilnya. Kayu itu berlubang, dan tidak hanya sekali saja kamu melakukannya, tapi berulang kali. Hingga akhirnya lubang itu menjadi satu, besar dan menghancurkan kayu itu. Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan kayu itu? Menambalnya? Percuma saja, kayu itu sudah rapuh. Ya, sepertiku.

Sebenarnya, kamu tidak menyakitiku. Tidak pernah. Aku yang menyakiti diriku sendiri. Aku yang membiarkan hatiku tersakiti. Aku yang menginjakkan kakiku pada lubang itu. Bodoh ya? Memang, tapi aku sudah lupa cara berpikir yang benar. Melihat betapa bodohnya aku, rasanya aku sudah lupa pintar itu bagaimana.
Seharusnya aku bahagia. Melihatmu bisa mendapatkan seseorang yang benar - benar bisa menggantikan posisiku. Seseorang yang menjalankan tugas yang seharusnya aku lakukan untukmu. Seseorang yang bisa menjagamu. Seseorang yang bisa membuatmu tertawa, tersenyum dan bahagia. Seseorang yang memang terbaik untukmu. Dan seseorang itu bukan aku. Ya, seharusnya aku bahagia. Namun sebagian lain dari diriku merasakan hal yang berbeda. Aku tidak munafik, aku memang cemburu. Aku merasakan sakit itu. Tapi aku tidak bisa melakukan apa - apa. Yang bisa aku lakukan hanyalah diam, merenung dan menangis. Seperti yang sedang aku lakukan saat ini..

Monday, May 16, 2011

It's Kinda Weird

Good Morning, Blogger :)
(berharap ada yang setiap hari buka blogku :p)

Setelah sekian lama meninggalkan blog tercinta, akhirnya sempet juga buat nengok dan ngedit blog ini. Yah, meskipun editan agak aneh sih karena aku sendiri juga gak jago buat desain blog hehe.

Di postingan kali ini, aku nggak ngomongin tentang orang lain seperti postinganku yang kemaren - kemaren. aku mau ngomongin tentang.. Aku.

Jadi begini ceritanya,
Akhir - akhir ini, aku ngerasa aku beda, nggak kayak rita yang biasanya. Dan bukan aku aja lho yang ngerasa, tapi beberapa temen deketku juga. Aku jadi agak sedikit (aku pake kata 'agak sedikit' karena emang aku ngerasanya gitu) pendiem dan nggak seberapa suka keramaian. Biasanya, kalo ada rame - rame gitu aku udah ikutan rame. Malah kadang kalo pas sepi, aku yang mulai buat rame. Pas pelajaran juga, nggak peduli siapa yang lagi ngajar di depan, aku pasti sibuk berkicau. Sekarang? Rasanya maleeees banget. Pengennya sendirian, dengerin lagu dan asik dengan duniaku sendiri. Kalo ada yang nggarai atau apa, pasti langsung badmood. Nggak marah, cuma ya langsung nggak mood gitu. Ya nggak setiap waktu sih diemnya, kadang - kadang aja. Tapi ini rita lho, yang biasanya nggak bisa diem sampe bikin warga sekitar mangkel gara - gara dengerin ocehan - ocehanku. Yang biasanya iseng banget sama temen - temenku. Yang biasanya nggak tahan untuk diem meskipun cuma semeniiit aja. Buat temen - temen yang udah kenal banget sama aku, pasti ngerti deh aku anaknya gimana. Dan kalo kalian ngeliat aku diem, pasti ngerasa aneh kan?

Masih inget Ariesta bilang, "aku nggak seneng kalo liat mbah itu diem, aneh" dan waktu itu aku cuma menanggapi "lagi gak mood rame ta, lagian kalo aku rame, pasti kalian pada nyuruh aku buat diem". Trus Dany juga bilang "mbah, tumben diem? biasanya wes ruame dewe" dan aku cuma bilang "nggak papa kan, sekali - sekali" Dan waktu aku cerita tentang perubahan ini ke temen jurnalisku, Tissa, dia bilang "do something you like rit, kamu pasti lagi bukan jadi dirimu sendiri. it's kinda weird tauk liat kamu yang biasanya rame jadi pendiem dan gak suka keramaian gini" kali ini aku nggak menanggapi omongannya.

Halo, sebenernya aku ini kenapa? Ada masalah? Nggak juga, kalaupun ada paling cuma masalah - masalah itu aja dan aku udah biasa. Banyak pikiran? Emang apa aja yang aku pikirin? Nggak terlalu juga sih. Terus aku ini kenapa? Kenapa aku ngerasa aku jadi orang lain? Huaaaa aku kangen sama aku yang dulu.Tuhaaaan, kembalikan Rita Ardianti yang dulu padaku.

Sunday, April 24, 2011

It's. My. Decision.

DEATH BY CHOCOLATE.
Novel yang bisa menguras kantong air mataku. Novel yang membuat aku berfikir jutaan kali tentang apa yang telah terjadi. Aku tidak mengatakan novel ini bagus atau nggak, hanya saja ceritanya mirip 95% dengan ceritaku.

Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswi yang bernama Kyla. Dia adalah gadis yang liar, merokok dan minum minuman keras sudah biasa baginya. Meskipun begitu, dia mempunyai Bintang, sahabat cowok yang sayang dan mengerti Kyla.Apapun, kemanapun, dia selalu melakukannya bersama Bintang. Makan es krim, berangkat ke kampus, curhat, pergi ke toko buku, selalu ada Bintang dan harus selalu Bintang. Sampai Bintang tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Dia harus sabar menghadapi sifat manja dan kekanak-kanakan sahabat tersayangnya itu.
Hingga akhirnya, Bintang jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Abel. Hal itu membuat persahabatan mereka merenggang. Mereka semakin jauh. Berangkat ke kampus sendiri, makan es krim sendiri, semua hal yang biasa dilakukan bersama Bintang, dilakukan sendiri oleh Kyla. Kyla merasakan rindu yang teramat sangat kepada sahabatnya. Namun Bintang mengeluarkan statement yang cukup menusuk hatinya, "Semua orang ngirain lo cewek gue! Setiap gue pergi sendirian semua orang nanyain lo! Gue sahabat lo, bukan cowok lo!".
Persahabatan Kyla dengan Bintang diambang kehancuran. Di saat itulah Kyla mulai menyadari rasa sayangnya kepada Bintang berubah menjadi rasa cinta. Hal itu yang membuatnya sakit, hancur dan lemah. Namun dari keterpurukan itulah dia belajar untuk menjadi dewasa. Belajar ikhlas dan merelakan Bintang. Dia sadar nggak seharusnya dia egois, Bintang berhak mendapatkan kebahagiaannya. Dia rela mengorbankan perasaannya, demi melihat Bintang bahagia.
Tanpa diduga, dia bertemu dengan Keiko, mantan 'obsesi'nya yang ternyata anak sahabat ayahnya. Mereka pun terlibat perjodohan. Kyla pun mohon pamit pada Bintang, menyatakan dia akan segera menikah. Bintang yang tidak siap untuk kehilangan sahabat tersayangnya itu menangis. Tetapi mereka sadar, persahabatan mereka akan abadi. Mereka akan terus menyayangi sebagai sahabat sejati. Dan Kyla, tidak akan pernah menyesali mencintai seorang Bintang.

We O We. Awesome. Sumpah aku speechless se-speechless speechlessnya pas baca novel ini. Aku ingin seperti Kyla. Dia hebat, aku salut padanya. Dia bisa mengorbankan perasaannya sendiri demi kebahagiaan Bintang. Dan kamu tau, aku memikirkan sebuah keputusan besar. Aku jadi ingin melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh Kyla kepada sahabatnya, kepada sahabatku.

Aku sayang sekali sama dia, sahabatku. Well, aku nggak tau bagaimana perasaannya padaku. Yang jelas, aku tau dia mengetahuinya. Dan karena adanya perasaan tak terduga itu, hubungan kami sedikit merenggang. Dekat, tapi tidak seperti dulu. Canggung. Weird. Jujur saja aku merindukan kehadirannya yang dulu. Yang selalu ada ketika aku membutuhkannya. Yang selalu berlari padaku ketika dia sedang ada masalah. Yang bisa membuatku tertawa lepas ketika aku sedang sedih. Dia bisa menghiburku dengan caranya sendiri. He's my moodbooster, you know? Aku merindukan masa-masa bersamanya. Bercanda, tertawa, bermain, makan bersama, jalan-jalan, semuanya. Aku rela menukar momen-momen indah itu dengan apapun! Bahkan dengan perasaanku sendiri.

Ya, aku akan seperti Kyla. Aku akan merelakannya, rela melihatnya bersama gadis impiannya. Rela memiliki orang yang sangat disayanginya, bukan aku. Dia berhak mendapatkan kebahagiaannya. Dan aku, akan kembali menjadi sahabatnya, menempati posisi "sahabat yang paling aku sayangi" di hatinya. Susah? Iya mungkin. Tapi kita nggak akan tau kalo kita nggak pernah mencobanya kan? Sakit? Pasti, wajarlah, tapi aku akan menikmatinya. Yang terpenting bagiku, dia bahagia, itu sudah cukup. Aku senang melihatnya tersenyum, tertawa lepas. Ada kebahagiaan tersendiri untukku. Aku hanya tidak ingin melihatnya sakit, sedih dan jauh. Hanya itu.

Aku akan tetap menyayanginya sepanjang hidupku. Rasa sayang ini abadi. Untuk selamanya. Nggak akan pernah habis. Aku menyayanginya sebagai sahabat, sebagai kakak bahkan sebagai seorang cowok. Tapi aku tidak akan menuntutnya untuk membalas rasa sayangku sebagai seorang cewek. Dia menyayangiku sebagai sahabat atau adik pun, aku senang. Setidaknya, aku masih 'dianggap'.

Tuhan, semoga keputusanku ini benar. Mudahkanlah jalanku ini agar semua bisa berjalan dengan baik. Berikanlah dia seseorang yang menyayanginya dan menjaganya. Aku akan selalu bahagia untuknya. Amin

WISH ME LUCK, GUYS! ;)

Wednesday, April 20, 2011

sebuah cerita

kawan, mari kubisikkan sebuah cerita cinta
tentang dua orang sahabat yang saling mencintai namun tidak mungkin bisa bersatu
walau perasaan itu nyata dan tak bisa dipungkiri lagi
takdir mereka berkata lain
sepasang air mata yang terus menangis, sebuah bibir yang selalu berdusta
yang satu menyakiti, dan yang lain tersakiti
hanya untuk berusaha memperbaiki keadaan yang sudah berantakan
kedekatan yang membeku dan beralih menjadi kecanggungan
bahkan topeng yang mereka pakai pun tak mampu menyembunyikan perasaan mereka
haruskah mereka terus begini? sampai kapan?
tidak bisakah waktu mempersatukan mereka dan menentukan takdir mereka sendiri?
lalu, bagaimana jika kamu adalah salah satu dari mereka?

Tuesday, March 8, 2011

random

i don't know what is it. broken heart? no, i never have a relationship with him. but why i feel sad with this situation? he doesn't love me anyway, i know. maybe it called "bertepuk sebelah tangan". he's my best friend. i should be happy when he's falling in love with the other girl. i just feel.. LOST. i'm envy with the girl who can get closer with him. no, not jealous. it's just envy. it's different, you know?
i can't move on from this place. i'm stuck in here. but he should move on, find a girl who loves him more and can protect him. a girl who can makes him smile and happy. it's not me. repeat, IT'S NOT ME. but why i feel this indescribable feeling???
i hate this situation when we have a distance between us. when we're far away. when i can't be his side whenever he needs me. he stay away from me. it feels like we don't know each other. it' just because my fucking feeling. this feeling have ruined everything!
now, i'm here. crying and remembering all beautiful moments i made with him. i miss him. a lot. badly. all i can do now is just pray for him.
hey you, i do apologize for everything i do. you should move on. find a better girl for you. i know you can find the best for you. just be happy. i'm happy if you happy. you should know, i'll always pray the best for you. and with every dust around you, i love you. never will change it until the time comes. take care :)

P.S : sorry, i'm 'galau'

Sunday, March 6, 2011

Mana yang lebih baik, memendam rasa sayang tapi hubungan berjalan dengan baik atau mengungkapkan rasa sayang itu tapi akhirnya menjauh?

Question : Mana yang lebih baik, memendam rasa sayang tapi hubungan berjalan dengan baik atau mengungkapkan rasa sayang itu tapi akhirnya menjauh?


ada yang bilang, persahabatan yang dijalani dengan perasaan cinta nggak akan berjalan dengan baik. iya, memang. tapi bagaimana jika perasaan itu nggak bisa dibohongi? bagaimana jika perasaan itu nggak bisa dihilangkan? what should we do then?
aku sayang sama sahabatku. dia bisa jadi sahabat, kakak, guru, bahkan pacar. dia selalu ada di saat aku butuh. dia bisa bikin aku ketawa ketika aku lagi sedih. dia yang selalu menghapus air mataku. dia yang selalu dukung aku ketika nggak ada satupun yang mendukungku. dia bisa menjagaku layaknya seorang kakak yang menjaga adiknya. di saat aku punya masalah, nggak ada satupun nasihat yang keluar dari mulutnya, kecuali "udah nggak usah dipikirin". tapi dengan caranya sendiri, dia bikin aku tersenyum, lupa sama masalahku. dia yang selalu bikin aku kuat, yang bikin aku bertahan menghadapi semua masalahku. rasanya, semua rasa sedih, air mata, marah, ragu dan takut hilang seketika waktu aku melihat senyumnya. aku nggak melebih - lebihkan, it's just what i feel.
aku menyayanginya, bukan untuk memilikinya. keinginan itu hanya ada sedikit dibandingkan dengan keinginan untuk selalu bersamanya. jujur saja, aku tak pernah mengharapkan sesuatu yang lebih dari dirinya. aku hanya ingin selalu ada di dekatnya, selalu ada di saat dia butuh. ketakutan akan kehilangan dirinya selalu membayangiku. bagaimana jika suatu saat dia pergi meninggalkanku di saat aku membutuhkannya? mungkin hal itu jugalah yang akhirnya membuat aku terlalu posesif, terlalu mengkhawatirkannya dan muncul keinginan untuk selalu melindunginya.
bertahun - tahun lamanya aku memendam perasaan ini. ketika dia mempunyai seorang cewek yang sangat disayanginya, aku bahagia. cemburu? adalah sedikit, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. kehilangan? iya memang, dia tidak lagi selalu ada untukku. waktunya terbagi dua antara pacarnya dan aku. tapi setidaknya, ada yang menjaganya. ada yang membantu tugasku untuk menemaninya. dan yang paling penting, dia bahagia.
kesalahan terbesarku adalah ketika perasaanku terungkapkan. awalnya memang indah, dia terlihat seperti menanggapi perasaanku. tapi lama kelamaan rasa bersalah pun datang. perasaan yang indah itu merusak persahabatan yang telah kita jalin selama bertahun - tahun. dia pergi, menjauh dan berubah. dia memang masih sahabatku, tapi hubungan kami tidak seperti dulu.
sekarang siapa yang salah? aku? tapi aku nggak bisa membohongi perasaanku sendiri. ada yang salah dengan perasaan ini? dan apa yang harus aku lakukan sekarang? haruskah aku menghilangkan perasaan ini? i miss him, i miss the old him a lot. i love him. even i change, he changes and the world changes, but my love will never change.