Kalau aku bilang "nggak ada yang bisa jelasin gimana sayangnya aku ke kamu" itu bukan berarti aku lebay atau nggombal. Kenyataannya, memang nggak ada yang bisa menjelaskannya. Berulang kali kamu mengatakan hal yang sama, kalau saking sayangnya kamu sama aku, kamu sampek kehabisan kata - kata. Tapi aku bisa merasakannya. I know you love me that much..
Kamu selalu bilang kalau kamu bukan tipe cowok yang romantis. Tapi buat aku, everything you do to me was so romantic. Siapa yang nyangka kamu belain tukar shift kerja sore jadi pagi hanya untuk ngasih aku surprise ulang tahun? Katamu, itu pertama kalinya kamu bikin surprise, dan berhasil, aku sangat tersanjung. Waktu aku sakit, sepulang kerja kamu ke rumahku sambil bawa pocari sweat dan jus jambu. Mungkin menurutmu itu hal biasa, tapi menurutku itu spesial. Kalau aku lagi banyak kegiatan, sering keluyuran atau aku lagi males makan, kamu pasti ngomel. It's not overprotective, I know, hanya saja kamu khawatir. Kata orang, cowok yang cemburu itu lucu. Indeed, haha. Seringkali aku gemas melihat sikapmu kalau lagi cemburu. Tapi aku tau kamu takut kehilangan aku.
Sudah setahun kita bersama, dan selama itu perasaanku tidak pernah berubah sedikitpun. Malah semakin bertambah. Nggak masalah seberapa sering kita bertengkar, toh dengan itu kita jadi sadar bahwa kita tidak bisa tanpa satu sama lain, karena kita saling membutuhkan. Dan pertengkaran - pertengkaran itulah yang membuat kita tahu seberapa kuat hubungan kita dan bagaimana hubungan kita bisa bertahan. There's no man as good as you, trust me.
Happy first year anniversary sayang. Semoga bisa sampai tahun tahun berikutnya. I love you, too much..
Wednesday, September 18, 2013
Friday, September 6, 2013
bukan, bukan bosen.
cuma ngerasa capek.
capek soalnya nggak ngerti kudu gimana lagi. nggak ngerti harus ngapain lagi.
kok kayaknya apa yang aku lakuin malah memperburuk keadaan, padahal niatnya nggak gitu.
mungkin lagi sama sama capek, lagi sama sama pengen dingertiin dan nggak mau ngalah.
jadinya begini..
cuma ngerasa capek.
capek soalnya nggak ngerti kudu gimana lagi. nggak ngerti harus ngapain lagi.
kok kayaknya apa yang aku lakuin malah memperburuk keadaan, padahal niatnya nggak gitu.
mungkin lagi sama sama capek, lagi sama sama pengen dingertiin dan nggak mau ngalah.
jadinya begini..
Wednesday, August 28, 2013
you know that you really love someone when...
he can cheers you up with his presence or makes you feel uneasy with his absence
he can turns your good mood into bad or your bad mood into good just with his acts (that's why he is your moodbooster)
he can makes you feel much much better when you're hearing his news or feel much much worse when you're not
he can makes you feel alone while he's not around
he can makes you miss him like crazy even both of you have just met
he can makes you falling in love everyday, harder and stronger
and all above just because you love him, believe or not
that's what i'm feeling. right now
Friday, July 19, 2013
hai kedua sahabatku (kalo kalian masih menganggapku sahabat),
kalo boleh jujur aku kangen kalian. aku kangen kamu, dan juga kamu.
aku kangen kita berenam. kangen celoteh kalian para gadisku, gelak tawa kalian dan saat - saat kita menghabiskan waktu bersama.
aku kangen kamu, sahabat yang selalu bersedia menjadi tempatku bersandar.
persahabatan kita sejak 7 tahun yang lalu, nggak mudah dilupakan begitu saja. sampai sekarang, aku masih menyayangi kalian seperti saat persahabataan ini mulai terjalin.
aku tahu kita nggak mungkin bisa seperti dulu. apa yang terjadi di antara kalian, di antara kita bertiga dan di antara kita semua telah merubah segalanya.
kadang rasa sakit itu masih ada, masih terasa. bukan rasa sakit karena patah hati, melainkan sakit karena kehilangan.
aku tidak pernah meminta keadaan yang seperti ini, sungguh.
mungkin memang aku yang salah, tapi ketahuilah bahwa bukan hanya 'kamu' saja yang terluka. tapi aku juga. coba sekali saja, bayangkan bagaimana jika kamu ada di posisiku saat itu. kita berdua sama - sama terluka kan?
sebisa mungkin aku berusaha mendekatkan diri kepada kalian, mencoba menghilangkan rasa sakit dan melupakan segalanya. tapi entahlah, kalian berdua terasa semakin jauh. entah perasaanku saja atau bagaimana, kalian seperti menjauhiku. kita tidak pernah bertegur sapa, bahkan sudah lost contact.
hingga akhirnya aku bertemu dengan kalian. mungkin kalian tidak menyadari keberadaanku. tapi jujur, waktu melihat kalian, dengan jarak yang sebegitu dekatnya, ingin rasanya aku menghampiri kalian dan berkata "apa kabar? aku kangen kalian" tapi yang kulakukan malah berlari menjauhi kalian, karena aku takut. aku takut reaksi kalian tidak seperti yang aku harapkan. aku takut kalian sudah melupakanku.
aku berharap kalian membaca tulisan ini, atau setidaknya salah satu dari kalian. aku hanya berharap hubungan kita semua baik - baik saja, tidak ada dendam dan sakit hati, meski tidak bisa seperti dulu lagi.
salam sayang (dan juga rindu)
kalo boleh jujur aku kangen kalian. aku kangen kamu, dan juga kamu.
aku kangen kita berenam. kangen celoteh kalian para gadisku, gelak tawa kalian dan saat - saat kita menghabiskan waktu bersama.
aku kangen kamu, sahabat yang selalu bersedia menjadi tempatku bersandar.
persahabatan kita sejak 7 tahun yang lalu, nggak mudah dilupakan begitu saja. sampai sekarang, aku masih menyayangi kalian seperti saat persahabataan ini mulai terjalin.
aku tahu kita nggak mungkin bisa seperti dulu. apa yang terjadi di antara kalian, di antara kita bertiga dan di antara kita semua telah merubah segalanya.
kadang rasa sakit itu masih ada, masih terasa. bukan rasa sakit karena patah hati, melainkan sakit karena kehilangan.
aku tidak pernah meminta keadaan yang seperti ini, sungguh.
mungkin memang aku yang salah, tapi ketahuilah bahwa bukan hanya 'kamu' saja yang terluka. tapi aku juga. coba sekali saja, bayangkan bagaimana jika kamu ada di posisiku saat itu. kita berdua sama - sama terluka kan?
sebisa mungkin aku berusaha mendekatkan diri kepada kalian, mencoba menghilangkan rasa sakit dan melupakan segalanya. tapi entahlah, kalian berdua terasa semakin jauh. entah perasaanku saja atau bagaimana, kalian seperti menjauhiku. kita tidak pernah bertegur sapa, bahkan sudah lost contact.
hingga akhirnya aku bertemu dengan kalian. mungkin kalian tidak menyadari keberadaanku. tapi jujur, waktu melihat kalian, dengan jarak yang sebegitu dekatnya, ingin rasanya aku menghampiri kalian dan berkata "apa kabar? aku kangen kalian" tapi yang kulakukan malah berlari menjauhi kalian, karena aku takut. aku takut reaksi kalian tidak seperti yang aku harapkan. aku takut kalian sudah melupakanku.
aku berharap kalian membaca tulisan ini, atau setidaknya salah satu dari kalian. aku hanya berharap hubungan kita semua baik - baik saja, tidak ada dendam dan sakit hati, meski tidak bisa seperti dulu lagi.
salam sayang (dan juga rindu)
Tuesday, June 18, 2013
huft
aku kenapa ya kok akhir - akhir ini sering banget bete
bukan bete ke orang sih, tapi ke keadaan
kayak misalnya pengen ketemu fian, tapi aku atau fian nggak bisa, ujung - ujungnya bete
bukan bete ke fian karena dia nggak bisa ketemu aku
tapi bete ke keadaan nggak ketemunya ini lho
egois ya?
bukan bete ke orang sih, tapi ke keadaan
kayak misalnya pengen ketemu fian, tapi aku atau fian nggak bisa, ujung - ujungnya bete
bukan bete ke fian karena dia nggak bisa ketemu aku
tapi bete ke keadaan nggak ketemunya ini lho
egois ya?
Sunday, April 7, 2013
no offense sih..
no offense sih, cuma pengen ngomong aja.
heran sama gaya pacaran jaman sekarang.
heran sama cewek yang marah kalo cowoknya tidur.
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk aktif di social media.
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk berteman dengan lawan jenis (dalam hal berteman biasa saja lho ya).
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk pergi kemanapun.
heran sama cewek atau cowok yang marah kalo pasangannya lebih memilih temannya daripada dia.
heran sama cewek atau cowok yang menuntut pasangannya untuk menjadi apa yang mereka mau.
heran sama cewek atau cowok yang nggak bisa menerima kekurangan pasangannya.
heran sama cewek atau cowok yang perhitungan banget sama pasangannya.
heran sama mereka yang bertengkarnya berlebihan.
aku nggak pernah marah kalo fian tidur. sekarang, apa yang salah sih dari tidur? orang cuma istirahat kok dimarahin. kalo aku sih mendingan fian tidur seharian daripada cangkruk seharian haha. aku nggak pernah ngelarang fian buat aktif di social media atau berteman dengan teman ceweknya. oke, ngaku. jeles sih, sama beberapa orang tertentu. tapi nggak sampek ngelarang buat nggak temenan sama mereka. and he does either. asal tau batasannya aja dan saling percaya aja sih, bagaimanapun juga kita udah punya komitmen kan. aku juga nggak pernah ngelarang fian buat pergi kemanapun dengan siapapun. kasusnya bukan berduaan sama cewek lho ya. pokoknya fian nggak lupa waktu aja, apalagi kalo besoknya dia masuk pagi. bukannya aku sok ngatur dengan ngelarang dia pulang malem, tapi itu kan buat kebaikannya juga. kalo dia libur atau masuk sore sih ya terserah mau pulang jam berapa aja. lagian dia cowok kan. dia juga kayak gitu. nggak pernah ngelarang aku pergi - pergi, asalkan aku nggak lupa makan dan nggak kecapekan. kita juga nggak pernah maksain buat ketemu. kalo kita bisa ketemunya seminggu sekali, ya udah mau gimana lagi. let it flow aja, Tuhan pasti memberikan waktu buat kita berdua untuk ketemu. kita juga nggak pernah menuntut satu sama lain, kita saling menerima apa adanya. buat aku, don't love someone because his things, but love his things because you love him. artinya, bagaimanapun pasangan kita, kita harus mencintai kekurangannya juga karena kita mencintainya. bener kan?
ya bukan apa - apa sih. itu haknya mereka. cuma ya heran aja gitu. aku bersyukur karena gaya pacaranku sama fian nggak kayak gitu. kalo kata fian "kita pacarannya nyantai tapi pasti". buat aku, fian nggak hanya sekedar seorang pacar. tapi dia juga bisa jadi sahabat, kakak dan partner gila - gilaan. kita bisa loh saling ejek - ejekan kayak temen, dan berakhir dengan kalimat "bercandaaaa". kita juga bisa saling cerita apa aja layaknya seorang sahabat. nggak ada yang ditutupin, bahkan sampai jelek - jeleknya masing - masing dari kita pun kita udah tau. kita sama - sama jadi diri sendiri dan kita saling menerima satu sama lain. yah, bukan berarti hubungan kita sempurna dan mulus - mulus aja. setiap pasangan pasti pernah bertengkar, untuk hal kecil ataupun besar. tapi syukurlah kita jarang bertengkar, paling cuma bete - betean aja. wajar kan?
well, kembali ke pribadi masing - masing sih. kalo sifatnya udah kayak gitu ya susah. yang penting jadi diri sendiri aja. semoga semua pasangan di dunia ini diberkahi hubungannya dan langgeng selamanya. terutama aku dan fian. amin. sekian dan terima kasih!
heran sama gaya pacaran jaman sekarang.
heran sama cewek yang marah kalo cowoknya tidur.
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk aktif di social media.
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk berteman dengan lawan jenis (dalam hal berteman biasa saja lho ya).
heran sama cewek atau cowok yang ngelarang pasangannya untuk pergi kemanapun.
heran sama cewek atau cowok yang marah kalo pasangannya lebih memilih temannya daripada dia.
heran sama cewek atau cowok yang menuntut pasangannya untuk menjadi apa yang mereka mau.
heran sama cewek atau cowok yang nggak bisa menerima kekurangan pasangannya.
heran sama cewek atau cowok yang perhitungan banget sama pasangannya.
heran sama mereka yang bertengkarnya berlebihan.
aku nggak pernah marah kalo fian tidur. sekarang, apa yang salah sih dari tidur? orang cuma istirahat kok dimarahin. kalo aku sih mendingan fian tidur seharian daripada cangkruk seharian haha. aku nggak pernah ngelarang fian buat aktif di social media atau berteman dengan teman ceweknya. oke, ngaku. jeles sih, sama beberapa orang tertentu. tapi nggak sampek ngelarang buat nggak temenan sama mereka. and he does either. asal tau batasannya aja dan saling percaya aja sih, bagaimanapun juga kita udah punya komitmen kan. aku juga nggak pernah ngelarang fian buat pergi kemanapun dengan siapapun. kasusnya bukan berduaan sama cewek lho ya. pokoknya fian nggak lupa waktu aja, apalagi kalo besoknya dia masuk pagi. bukannya aku sok ngatur dengan ngelarang dia pulang malem, tapi itu kan buat kebaikannya juga. kalo dia libur atau masuk sore sih ya terserah mau pulang jam berapa aja. lagian dia cowok kan. dia juga kayak gitu. nggak pernah ngelarang aku pergi - pergi, asalkan aku nggak lupa makan dan nggak kecapekan. kita juga nggak pernah maksain buat ketemu. kalo kita bisa ketemunya seminggu sekali, ya udah mau gimana lagi. let it flow aja, Tuhan pasti memberikan waktu buat kita berdua untuk ketemu. kita juga nggak pernah menuntut satu sama lain, kita saling menerima apa adanya. buat aku, don't love someone because his things, but love his things because you love him. artinya, bagaimanapun pasangan kita, kita harus mencintai kekurangannya juga karena kita mencintainya. bener kan?
ya bukan apa - apa sih. itu haknya mereka. cuma ya heran aja gitu. aku bersyukur karena gaya pacaranku sama fian nggak kayak gitu. kalo kata fian "kita pacarannya nyantai tapi pasti". buat aku, fian nggak hanya sekedar seorang pacar. tapi dia juga bisa jadi sahabat, kakak dan partner gila - gilaan. kita bisa loh saling ejek - ejekan kayak temen, dan berakhir dengan kalimat "bercandaaaa". kita juga bisa saling cerita apa aja layaknya seorang sahabat. nggak ada yang ditutupin, bahkan sampai jelek - jeleknya masing - masing dari kita pun kita udah tau. kita sama - sama jadi diri sendiri dan kita saling menerima satu sama lain. yah, bukan berarti hubungan kita sempurna dan mulus - mulus aja. setiap pasangan pasti pernah bertengkar, untuk hal kecil ataupun besar. tapi syukurlah kita jarang bertengkar, paling cuma bete - betean aja. wajar kan?
well, kembali ke pribadi masing - masing sih. kalo sifatnya udah kayak gitu ya susah. yang penting jadi diri sendiri aja. semoga semua pasangan di dunia ini diberkahi hubungannya dan langgeng selamanya. terutama aku dan fian. amin. sekian dan terima kasih!
Monday, February 18, 2013
5!
Memang benar ya, Tuhan selalu mempunyai rencana terbaik bagi setiap hambaNya..
Mungkin dulu memang Dia membiarkanku bertemu dengan orang - orang yang salah, sebelum akhirnya bertemu denganmu.
Mungkin dulu memang Dia membiarkan hatiku hancur berkeping - keping, sebelum akhirnya kamu datang untuk menjadikannya utuh kembali.
Mungkin dulu memang Dia membiarkan air mataku mengalir tanpa henti, sebelum akhirnya ada tanganmu yang mengusapnya.
Mungkin dulu memang Dia membiarkanku merasa hancur, sebelum akhirnya bahagia ini datang bersamamu.
Aku tidak pernah menyesali kedatanganmu dalam hidupku. Setiap detik, menit, jam dan hari yang kulalui bersamamu sangat berharga. Nggak perlu ketemu setiap hari, tapi dengan pesan - pesan singkatmu aku sudah merasa kamu selalu ada di sampingku. Nggak perlu sering - sering nonton berdua, dinner atau jalan jalan ke mall, tapi cukup dengan kita duduk berdua di rumahku, di warung tempat kamu biasa cangkruk atau tempat - tempat makan yang biasa kita kunjungi. Kamu dengan rokokmu, aku dengan minumanku. Kemudian aku bercerita dan kamu mendengarkan, begitu juga sebaliknya. Or we do silly things together. Nggak jarang akhirnya kita buntu mau kemana, dan muncul pertanyaan - pertanyaan seperti "abis ini kita kemana?" atau "ini ngapain enaknya?" dari kamu. Entahlah, kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, asalkan itu dengan kamu, aku sudah sangat bahagia.
Seiring dengan berjalannya waktu, kita saling memahami satu sama lain. Bagaimana cara menghadapi amarahmu, atau bagaimana cara menghadapiku kalau aku lagi nggondok. Bahkan kamu tau kalau aku capek, padahal aku menyembunyikannya. Kamu tau kalau aku lagi bete sama kamu walaupun aku nggak menunjukkannya. Dan hal - hal kecil seperti itu yang bikin aku sadar, nggak ada yang bisa mengerti aku sebaik kamu.
Bersamamu semua terasa mudah. Semudah membalikkan telapak tangan.
Bersamamu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang amat sangat sulit untuk dihilangkan.
Dan aku nggak bisa membayangkan bagaimana jadinya aku tanpa kamu.
Selamat tanggal 18 sayang, selamat 5 bulan..
Je t'aime pour toujours. J'espère que vous pouvez continuer à m'aimer..
Mungkin dulu memang Dia membiarkanku bertemu dengan orang - orang yang salah, sebelum akhirnya bertemu denganmu.
Mungkin dulu memang Dia membiarkan hatiku hancur berkeping - keping, sebelum akhirnya kamu datang untuk menjadikannya utuh kembali.
Mungkin dulu memang Dia membiarkan air mataku mengalir tanpa henti, sebelum akhirnya ada tanganmu yang mengusapnya.
Mungkin dulu memang Dia membiarkanku merasa hancur, sebelum akhirnya bahagia ini datang bersamamu.
Aku tidak pernah menyesali kedatanganmu dalam hidupku. Setiap detik, menit, jam dan hari yang kulalui bersamamu sangat berharga. Nggak perlu ketemu setiap hari, tapi dengan pesan - pesan singkatmu aku sudah merasa kamu selalu ada di sampingku. Nggak perlu sering - sering nonton berdua, dinner atau jalan jalan ke mall, tapi cukup dengan kita duduk berdua di rumahku, di warung tempat kamu biasa cangkruk atau tempat - tempat makan yang biasa kita kunjungi. Kamu dengan rokokmu, aku dengan minumanku. Kemudian aku bercerita dan kamu mendengarkan, begitu juga sebaliknya. Or we do silly things together. Nggak jarang akhirnya kita buntu mau kemana, dan muncul pertanyaan - pertanyaan seperti "abis ini kita kemana?" atau "ini ngapain enaknya?" dari kamu. Entahlah, kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, asalkan itu dengan kamu, aku sudah sangat bahagia.
Seiring dengan berjalannya waktu, kita saling memahami satu sama lain. Bagaimana cara menghadapi amarahmu, atau bagaimana cara menghadapiku kalau aku lagi nggondok. Bahkan kamu tau kalau aku capek, padahal aku menyembunyikannya. Kamu tau kalau aku lagi bete sama kamu walaupun aku nggak menunjukkannya. Dan hal - hal kecil seperti itu yang bikin aku sadar, nggak ada yang bisa mengerti aku sebaik kamu.
Bersamamu semua terasa mudah. Semudah membalikkan telapak tangan.
Bersamamu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang amat sangat sulit untuk dihilangkan.
Dan aku nggak bisa membayangkan bagaimana jadinya aku tanpa kamu.
Selamat tanggal 18 sayang, selamat 5 bulan..
Je t'aime pour toujours. J'espère que vous pouvez continuer à m'aimer..
Saturday, February 9, 2013
Kamu.. Manusia Kesayanganku (part 2)
Mataku tertuju pada sesosok wanita yang sedang tertidur lelap dalam
pelukanku. Wajahnya cantik, sama seperti saat pertama kali aku bertemu
dengannya. Aku tak pernah bosan memandangi manusia yang satu ini, sejak 5
tahun terakhir. Ada aura yang terpancar dalam dirinya yang selalu
membuatku tertarik. Tidak bertemu dengannya sehari saja, rasanya seperti
berabad - abad tidak bertemu. Ada rindu yang membuncah, bahkan membuat
dada sesak jika hasrat untuk bertemu tidak segera terlaksana.
Ingatanku melayang, kembali ke masa 5 tahun silam. Aku langsung jatuh hati padanya. Sejak dia menerima cintaku, hidupku berubah. Bersamanya, hidup menjadi lebih mudah untuk dijalani. Dia selalu meyakinkan aku bahwa dia akan terus bersamaku, sampai aku sukses nanti. Setiap kali aku capek, dia selalu menyemangatiku untuk tidak menyerah. Dia selalu menemaniku, dalam keadaan susah ataupun senang. Dia tidak pernah menuntutku, dia membiarkan aku menjadi diriku sendiri. Dia selalu peduli dengan kesehatanku. Dia akan sangat marah, jika waktu tidurku kurang. Dia akan menjadi sangat cerewet, jika aku menerabas hujan tanpa jas hujan. Aku tau dia benci rokok, tapi dia tidak pernah menyuruhku berhenti merokok. Dia mengerti bahwa aku perokok berat. Jika dadaku mulai sesak, dia hanya akan menyuruhku mengurangi jumlah rokok yang aku hisap. Bersamanya, aku bahagia. Dia orang yang paling mengerti aku. Jika aku sedang asyik bersama teman - temanku, dia menyuruhku untuk menghabiskan waktuku bersama teman - temanku dulu. Dia rela di nomorduakan. Jika aku tertidur, dia tidak akan membangunkanku. Aku lebih senang melihatmu tidur daripada cangkruk di warung, katanya. Dia selalu mengkhawatirkan aku. Jika dia tidak tahu sedikitpun kabar tentang aku, dia menjadi amat sangat khawatir. Aku takut kamu kenapa - kenapa, ucapnya waktu itu. Dia selalu memberikan perhatiannya padaku. Walaupun dia sakit, dia masih memikirkan keadaanku. Walaupun dia capek, dia selalu berusaha untuk bertemu denganku. Dia selalu menyembunyikan rasa lelahnya di depanku, hanya karena tidak ingin aku khawatir. Dan jantungku selalu berdetak sepuluh kali lebih cepat, jika dia jatuh sakit. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memiliki rasa sayang kepada seorang wanita sebesar ini, selain ibuku. Aku tidak pernah tau mengapa aku mencintainya. Aku hanya.. mencintainya. Tanpa alasan. Dan rasa ini untuk selamanya.
Aku mencium keningnya. Tanganku mengusir rambut - rambut yang menjuntai di mukanya. Kemudian aku berbisik di telinganya "I love you, manusia kesayanganku.." Aku tau, dia pasti mendengarnya. Karena ikatan batin kami sangat kuat.
Ingatanku melayang, kembali ke masa 5 tahun silam. Aku langsung jatuh hati padanya. Sejak dia menerima cintaku, hidupku berubah. Bersamanya, hidup menjadi lebih mudah untuk dijalani. Dia selalu meyakinkan aku bahwa dia akan terus bersamaku, sampai aku sukses nanti. Setiap kali aku capek, dia selalu menyemangatiku untuk tidak menyerah. Dia selalu menemaniku, dalam keadaan susah ataupun senang. Dia tidak pernah menuntutku, dia membiarkan aku menjadi diriku sendiri. Dia selalu peduli dengan kesehatanku. Dia akan sangat marah, jika waktu tidurku kurang. Dia akan menjadi sangat cerewet, jika aku menerabas hujan tanpa jas hujan. Aku tau dia benci rokok, tapi dia tidak pernah menyuruhku berhenti merokok. Dia mengerti bahwa aku perokok berat. Jika dadaku mulai sesak, dia hanya akan menyuruhku mengurangi jumlah rokok yang aku hisap. Bersamanya, aku bahagia. Dia orang yang paling mengerti aku. Jika aku sedang asyik bersama teman - temanku, dia menyuruhku untuk menghabiskan waktuku bersama teman - temanku dulu. Dia rela di nomorduakan. Jika aku tertidur, dia tidak akan membangunkanku. Aku lebih senang melihatmu tidur daripada cangkruk di warung, katanya. Dia selalu mengkhawatirkan aku. Jika dia tidak tahu sedikitpun kabar tentang aku, dia menjadi amat sangat khawatir. Aku takut kamu kenapa - kenapa, ucapnya waktu itu. Dia selalu memberikan perhatiannya padaku. Walaupun dia sakit, dia masih memikirkan keadaanku. Walaupun dia capek, dia selalu berusaha untuk bertemu denganku. Dia selalu menyembunyikan rasa lelahnya di depanku, hanya karena tidak ingin aku khawatir. Dan jantungku selalu berdetak sepuluh kali lebih cepat, jika dia jatuh sakit. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memiliki rasa sayang kepada seorang wanita sebesar ini, selain ibuku. Aku tidak pernah tau mengapa aku mencintainya. Aku hanya.. mencintainya. Tanpa alasan. Dan rasa ini untuk selamanya.
Aku mencium keningnya. Tanganku mengusir rambut - rambut yang menjuntai di mukanya. Kemudian aku berbisik di telinganya "I love you, manusia kesayanganku.." Aku tau, dia pasti mendengarnya. Karena ikatan batin kami sangat kuat.
Surabaya, 2017
Subscribe to:
Posts (Atom)