Sunday, December 11, 2011

It's the way i'm feeling

I love you..
I have, I do, and I will.
I don't wanna replay my mistakes, or 'hers'.
I'll keep trying to love you sincerely. Without compensation or an obligaton to have you.
I know I can and I wish I could.
I don't expect you to be mine, really. I just want you to be here with me.
Knowing that you love and need me, it makes me happy enough.
Having you here with me, it makes me happier.
Even there was her..
If she can makes you happy, go on with her. I'm glad to see you happy.
But if she can't, come back to me. I'm the one who will make you happy.
Your happiness is mine, and also your sorrow.
You should know that you are the one that I'm always thinking of and I always worry about.


"It's the way I'm feeling I just can't deny.." (Rihanna - We Found Love)

Sunday, December 4, 2011

I'm in the top of stress

Rasanya aku pengen teriak. Sekenceng - kencengnya. Sampai pita suaraku putus, kalo perlu. I'm in the top of stress. Ini adalah puncak dari segala kestresanku selama ini. Kehidupan kelas 3 bener - bener membuatku ngerasa nggak waras. Ada yang bilang kelas 3 itu enak. Sibuk, tapi tetep santai. Menjadi senior, murid paling tua di sekolah. Bisa disegani sama adek - adek kelas. Tahun terakhir di sekolah, jadi apa yang kita lakuin itu berarti. Karena bisa jadi kita nggak akan bisa melakukan hal yang sama lagi di tahun berikutnya. Tapi itu bohong. Mungkin mereka yang bilang gitu hidup berjuta - juta tahun yang lalu.

Awal - awal kelas 3 emang asyik, santai. Masih bisa main - main sama tetangga, masih bisa nongkrong. Kuantitas tugas dan intensitas ulangan masih masuk akal. Masuk bulan ketiga, setelah libur lebaran, semuanya berubah. Yang namanya tugas, numpuknya kebacut. Tugas yang ini belum selesai, ada lagi. Ya tugas individu, ya tugas kelompok. Deadline ngumpulin tugas juga sering bareng. Sampe bingung mana yang harus dikerjain duluan. Yang namanya ulangan, jadwalnya berurutan. Sehari bisa ulangan lebih dari satu, bahkan pernah sehari itu semua pelajaran ada ulangan. Kalah tuh jadwal bioskop. Yang nama pelajaran, susahnya minta ampun. Awal - awal masih bisa dimengerti. Lama - lama, aku angkat tangan. Udah babnya susah, yang ngajar nggak enak, cepet dan nggak jelas. Kalo ditanya nyatet ato nggak, aku nyatet. Lengkap malah. Tapi kalo ditanya ngerti ato nggak, jawabannya BLAS! NOL PUTUL! Yang pinter kayak caca ato esti aja sering nggak mudengnya, apalagi aku? Alhasil, setiap pelajaran yang nggak aku mudengin berlangsung, aku memilih untuk mengabaikannya. Tidur atau main hape. Karena sekeras apapun usahaku buat dengerin guru, merhatiin tulisan yang ada di papan atau memahami pelajaran, aku tau aku nggak bakal ngerti.

Waktu tidurku sekarang juga kurang. Sering banget tidur di atas jam 11, dan bangun jam 4. Pola makanku juga jadi gak menentu. Saking sibuknya sampe nggak sempet makan. Akhirnya kondisiku drop, dan mamaku sukses marah marah. Aku juga jadi sering nangis. Padahal kadang karena masalah sepele. Pernah aku belajar fisika karena besoknya ada ulangan, dan aku nggak mudeng sama sekali sama babnya, aku nangis. Pernah juga pas ada tugas matematika 40 soal, harus selesai dalam waktu sehari dan aku belum selesai, aku nangis. Oke, emang aku cengeng. Tapi intensitas nangisku tahun ini benar - benar naik dengan drastis. Nggak kayak tahun - tahun lalu. Ini ya, otakku rasanya mau meledak. Kalo biasanya di gambar - gambar, otak kan keriting - keriting gitu, tapi otakku udah lurus kayaknya. Dan kalo otakku bisa ngomong, mungkin dia mau berhenti aja jadi otakku. Pengen pensiun, saking stresnya.

Dan rasanya, waktu itu cepet banget. Kayaknya baru kemarin aku naik ke kelas 3, besok udah mau UAS. Abis UAS, semester 2 full dengan latihan soal dan try out. Belum lagi ngulangin pelajaran kelas 1 dan 2 SMA. Terus semakin dekat dengan ujian praktek, ujian sekolah, UNAS dan SNMPTN. Padahal aku nggak ngerti sama sekali pelajaran IPA, kayak kimia, biologi dan fisika. Kalo terus - terusan kayak gini, gimana nasibku nanti? Gimana nasib UNASku? Gimana nasib SNMPTNku?

Bantu Rita, Ya Allah.. *ala baim*

I Wish..












i wish we could be like this, forever..

Saturday, November 26, 2011

"There's she between you and me, 
but there's no me between you and her"

Saturday, November 19, 2011

Kehilangan? Ah, aku sudah kenyang dengan kata itu. Sudah berulang kali aku merasakan kehilangan dan aku muak. Sekarang, aku benar - benar mempertahankan persahabatan ini dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kalau ditanya apa aku menyayanginya, iya. Aku memang sayang padanya. Dia sahabatku yang paling baik, dan aku menganggapnya sebagai saudaraku. Abangku. Dia yang ada di saat semuanya pergi. Dia yang ada di saat aku sakit. Dia yang ada di saat aku susah dan sedih. Genggaman tangannya yang selalu bisa menguatkan aku. Bahunya yang selalu aku jadikan tempat bersandar. Pelukannya yang selalu bisa menenangkan aku. Dia yang selalu menjaga dan menyayangiku. Dan dia adalah segalanya yang aku butuhkan.

But everything will be changing after this. He's into someone and he will ask her to be his. Sebagai sahabat dan saudara, aku mendukungnya 100 %. Lebih malah. Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa aku pasti akan merasa kehilangan. Dia nggak akan lagi selalu ada buat aku. Aku juga nggak mungkin terus memonopolinya. Ada seseorang di sana yang juga membutuhkannya, yang menjadi prioritasnya. Aku sadar kedekatan kita yang seperti ini nggak akan mungkin berjalan selamanya. Pasti ada seseorang yang dicintai dan mencintainya, dan suatu saat aku juga akan seperti itu. Dia selalu meyakinkan aku kalau kita akan tetap selalu dekat dan bersahabat. Bersahabat iya, tapi kalau dekat, aku nggak begitu yakin. Pasti ada jarak di antara kita, walaupun kita tidak pernah menginginkannya.

Kalau memang ada yang menyayanginya lebih dari aku menyayanginya, kalau memang ada yang bisa menjaganya lebih dari aku menjaganya, dan kalau memang ada yang membutuhkannya lebih dari aku membutuhkannya, kenapa tidak? She must be the one for him. Aku tau dia pasti bahagia. Seperti aku bahagia melihatnya bahagia. Yang penting aku masih memilikinya, kan? Selamanya dia adalah sahabatku, abangku. Aku membutuhkannya dan dia juga membutuhkan aku. Satu hal yang aku tau, dia nggak akan pernah meninggalkanku..

Sunday, October 23, 2011

kukira aku siap ketika aku bilang aku sudah melupakanmu
tapi ternyata aku salah
bibirku memang mengatakan itu, tapi hatiku tidak
buktinya aku masih membeku ketika melihatmu
tubuhku masih bereaksi seperti itu
dan aku masih belum bisa menghentikan air mata ini
rasa sakit itu masih terasa
ternyata topeng yang aku gunakan selama ini berfungsi dengan baik
maaf..
aku sudah tidak sanggup berpura - pura lagi
semoga suatu saat nanti, aku bisa melihatmu tanpa rasa sakit

Sunday, October 16, 2011

Aku Rindu Masa Kecilku

aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas berteman dengan siapa aja, tanpa ada rasa ketakutan akan kehilangan sahabat.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas berteman dengan cowok manapun, tanpa harus ada yang marah dan cemburu.
aku rindu masa kecilku, ketika aku hanya memikirkan tentang bermain, bermain dan bermain, bukan masalah yang berat seperti sekolah, keluarga, teman, cinta dan masa depan.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa bebas melakukan apa saja, tanpa takut melakukan kesalahan.
aku rindu masa kecilku, ketika aku melakukan sebuah kesalahan, hanya teguran yang aku dapat, bukannya badai amarah.
aku rindu masa kecilku, ketika sebuah masalah bisa diselesaikan dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan.
aku rindu masa kecilku, ketika tanggung jawab yang aku dapat tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan resiko yang besar.
aku rindu masa kecilku, ketika aku bisa berkhayal dan bermimpi, dengan tidak menghiraukan realita.
dan aku rindu masa kecilku, ketika aku bermimpi masa remajaku akan indah dan menyenangkan, walau kenyataannya tidak seperti yang aku bayangkan.

Friday, September 23, 2011

Ga to the Lau

malam ini aku galau. bukan karena aku patah hati, tapi karena aku lagi jatuh cinta. baru denger ya orang lagi jatuh cinta galau? tapi ini masalahnya beda.  

masalahnya aku nggak tau dia gimana sama aku.  
aku nggak tau gimana perasaannya dia. apa dia suka sama aku juga atau enggak. dan itu yang buat aku galau sekarang.

awalnya, aku nggak ada rasa sama dia. kita temenan biasa. bercanda kayak biasa. dia ngechat aku dan aku selalu nanggepin dengan baik. i just thought nothin' at the time. aku nggak kepikiran apa - apa. hingga suatu hari, dia menunjukkan gelagat aneh. sikapnya dia kayak ngasih harapan. ada suatu momen yang so sweet banget tapi gak mungkin aku ceritain di sini karena pasti ketahuan dia siapa. he makes me so damn melting. aku sampe bingung, aku bingung harus cerita ke siapa, because i'm not sure about what he did. aku mutusin buat cerita ke caca. and she said, 'udah mbah gak papa jalanin aja, tapi jangan terlalu berharap takutnya nanti gak sesuai harapan." aku ngerasa gak cukup kalo cerita ke satu orang aja. aku cerita ke abang, yang juga lumayan deket sama dia. and he said, "diliat aja dulu, kalo emang dia kayak gitu terus berarti dia emang suka sama kamu." 

sejak saat itu, aku suka merhatiin dia. aku nggak bisa berhenti tersenyum waktu dia lewat di depanku, nyapa aku, bahkan ketika dia masih ada jauh di sana. setiap kali ngobrol sama dia, dadaku berdebar gak karuan. jantungku berdetak lebih cepat. kalo dia ngechat aku, aku girang banget. teriak teriak gak jelas. kalo dia gak ngechat, rasanya tanganku gatel pengen ngechat dia. aku bela - belain berangkat pagi biar bisa ketemu dia di jalan dan bareng - bareng ke sekolah. setiap istirahat aku selalu keluar kelas, biar bisa lihat dia ato ngobrol sama dia. kalo aku ke mushola mau sholat, aku selalu nyariin dia di setiap sudut mushola. pulang sekolah, aku lari ke gerbang cuma buat liat dia. kalo nggak ada aku lari ke mushola, nyariin dia. aku suka senyum - senyum sendiri kalo mikirin dia. dan akhirnya aku menyimpulkan sesuatu, i like him.

tapi kenyataannya nggak semudah itu. does he feel the same with me? does he like me like i do? diliat dari sikapnya, nggak sekali dua kali dia bikin aku GR. dia sering senyum ke aku, and his smile is different. dia ngajakin aku ngobrol. dia care sama aku. temen - temenku (cuma caca sama abang sih) bilang kalo sikapnya dia beda. but i'm confused with him.

and then, i've got a bad news from him himself. he likes a girl, from another school. he told me, although i didn't even know her. and hell, he fell me down. i felt like i fell down from the sky. aku down banget. buat apa coba dia ngajak aku terbang tinggi kalo akhirnya aku jatuh? aku jatuh sejatuh - jatuhnya. speechless.

waktu itu liburan, jadi aku mutusin buat nggak berharap lagi sama dia. dan ketika masuk sekolah, keadaan berkata lain. karena udah lama gak ketemu, when i met him i'm enchanted succesfully. aku gak bisa berhenti tersenyum, aku nggak bisa menghentikan detak jantungku yang lebih cepat. and my mission is failed. aku gak bisa gak berharap sama dia. kenyataannya, aku masih mengharapkannya.

dan sikapnya dia nggak berubah. he still treats me like the way he's ever done. and it makes me can't stop this feeling.
God, i just can't control this feeling, i really really do like him.

Tuesday, September 20, 2011

Simple Plan ft. Natasha Beddingfield - Jet Lag

I don't know why but i do really love this song so fucking baaaad!!

The jetlagged

What time is it where you are?
I miss you more than anything
Back at home you feel so far
Waitin' for the phone to ring
It's gettin’ lonely livin’ upside down
I don't even wanna be in this town
Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged

What time is it where you are?
Five more days and I'll be home
I keep your picture in my car
I hate the thought of you alone
I've been keepin' busy all the time
Just to try to keep you off my mind
Tryin' to figure out the time zones makin’ me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jet lagged

I miss you so bad [x5]
I wanna share your horizon
I miss you so bad
And see the same sunrising
I miss you so bad
Turn the hour hand back to when you were holding me.

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss when you say good morning
But it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jetlagged
Is so jetlagged

It's such a 'galau' song but the beat is beater \m/

'Cinta Tak Harus Saling Memiliki'

Sekarang aku sudah tau makna dari ungkapan 'cinta tak harus saling memiliki'.
Ketika kita mencintai seseorang, kita selalu berharap dia juga akan mencintai kita. Tapi gimana kalo dia nggak mencintai kita? Apa kita harus memaksakannya?
Lebih baik jangan, itu sama aja kayak kamu menggali lubang kuburmu sendiri. Yaaah, memangnya kamu mau hidup dalam kebohongan? Seandainya dia beneran jadi milikmu tapi dia nggak sayang sama kamu, sama aja kan?

Someone said "udah bilang aja kalo kamu sayang sama dia, gak papa kok. yang penting kamu udah ngungkapin semuanya dan kamu lega. nggak usah peduliin dia bakalan ngerespon apa." Really? Are you sure? Iya kalo dia bakalan ngerti dan bisa bersikap seperti biasa. Kalo dia malah menjauh? Apa kamu udah siap dengan segala resikonya?

Girls, I don't mean to fall you down. Don't mean to make you be pessimist. But i've ever done it, and the result was not like my hopes. He's perfectly gone. Without words, without acts. And finally, I was regret. Yah, nyesel.. Kalo tau dia bakal pergi, mending aku nggak ngungkapin perasaanku ke dia kan? Lebih baik aku diem aja, memendam semuanya dalam hati, tapi dia nggak pergi. Dia tetep di sini, bareng - bareng sama aku. It's better when he's right beside me and I keep my own secret in my heart. Everyhting was happy perfectly. We was happy.

Nggak bisa dipungkiri sih, if we are falling in love with someone, we really wanna have him. Tapi kalo memang nggak bisa, masa mau dipaksa? Yang penting kan dia bahagia, no matter with whom, but he's happy, right?

Tapi aku tau itu menyakitkan..